Menyikapi "playing victim"



Sering kali kita mendengar kata playing victim ketika ada seseorang yang merasa jadi korban dari segala sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi pada dirinya. Seakan akan semua orang menjadi biang dari segala permasalahanya yang membuatnya pada kondisi yang tidak ideal atau tidak sesuai harapan. Jika kita berfikir dan intropeksi sejenak apakah benar orang lain berhak disalahkan dari kondisi kita yang tidak ideal itu? 

Hal hal yang terjadi pada diri kita sepenuhnya adalah keputusan yang kita ambil. Sebelum mengambil keputusan pasti akan ada resiko yang harus kita dapatkan. Kondisi yang kita rasakan sekarang adalah hal yang kita dapatkan dari hasil keputusan kita. Memang benar ketika kita pada kondisi terpuruk kita cenderung untuk menyalahkan orang lain karena pada saat kondisi tidak ideal kita akan sulit sekali intropeksi dari segala hal yang terjadi. 

Orang lain yang ada di sekitar kita adalah hanyalah sekedar orang lain, yang memutuskan dalam kehidupan kita adalah diri kita sendiri, orang lain berhak berkata apa saja memberi saran apa saja tapi keputusan tetap kita yang menentukan apakah akan kita ambil atau tidak. Perlu kita ingat apapun yang kita lakukan tak akan terhindar dari komentar orang lain. Ibarat di sebuah sosial media kita tidak akan terhindar dari perkataan netizen tergantung cara kita memfilter kritikan ataukah cibiran yang masuk kedalam diri kita. 

Teman teman semuanya marilah kita bersikap Ksatria dari segala yang terjadi dari diri kita tanpa menyalah nyalahkan orang lain. Segala hal yang terjadi dari diri kita adalah keputusan yang kita ambil. Perjuangan memang tak selalu mulus akan selalu ada batu terjal yang akan kita hadapi tergantung seberapa kuat kita terhadap nilai yang akan kita kejar. Mari selalu intropeksi dan tak perlu menyalah nyalahkan. 

See u on top





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tangkai Pohon yang Hilang