Tangkai Pohon yang Hilang

 


hari terus berganti, detik demi detik terus berjalan, segala urusan silih berganti berdatangan seakan mengingatkan bahwa waktu memang tak pernah berhenti terus berjalan. Seperti di pagi hari ini akhirnya saya bisa menulis lagi setelah sekian lama berhenti menulis. Bukan tanpa alasan kesibukan bekerja dan segala prioritas diutamakan, terpaksa mengesampingkan hal lain yang dirasa belum begitu mendesak untuk dikerjakan.

2025 menjadi moment plot twist antara bahagia dan kesedihan menjadi satu, bagaimana tidak melihat progres diri sendiri yang terlihat ada secercah harapan untuk kedepanya dan mendengar saudara kandung sudah mulai terlihat kemandirian dan harapan untuk kedepanya. Hal tersebut membuat saya menjadi yakin ini adalah buah kesabaran dan tekat jika ingin merubah nasib bahwa dari diri kita lah yang berdoa dan berjuang dengan tidak bergantung pada orang lain.

Namun kebahagiaan itu seperti terasa sirna, setelah tujuan yang ingin kita tuju justru pulang terlebih dahulu. Yap kepergian seorang ibu (mama saya tercinta). Dunia seperti hancur dan hidup seperti kehilangan arah. Bukan tanpa alasan setiap anak pasti ingin membahagiakan orang tua ketika kemapanan sudah mulai terlihat. Namun semua itu tidak akan bisa terjadi, karena rencana-rencana tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Seorang ibu yang sudah mendidik dan merawat kita dari kecil hingga besar secara logika manusia haruslah mendapat balasan sesuai karena kesabaran dan usahanya dalam mendidik dan merawat anak anak. Tapi Allah SWT punya rencana lain dan kita harus meyakini bahwa segala sesuatu itu milik Allah dan kita akan dikembalikan kepadanya. Denial itulah yang difikirkan saat ini namun tidak bisa terus berkepanjangan, perlahan lahan harus belajar untuk ikhlas menerima setiap keputusan yang telah Allah swt ciptakan untuk kita. Bukan hal yang mudah tapi yakin itulah yang terbaik untuk kita.

Seperti "tangkai pohon yang hilang". Itulahan gambaran yang dirasakan seorang anak yang berusaha untuk menaiki jenjang kehidupan namun tidak adanya pegangan untuk menaikinya, namun itulah pelajaran bahwa ada hal-hal yang tidak sesuai dengan fikiran kita dan meyakini hal tersebut menjadikan kita lebih kuat kedepanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyikapi "playing victim"