Hati yang Patah

 


Kehidupan mengajarkan banyak hal dalam diri kita maka dari itu kita selalu perlu nasihat kepada orang yang dituakan agar kita bisa mengambil keputusan keputusan yang baik dalam kehidupan kita. Orang tua kita sering memberikan kita nasehat bukan karena mereka pintar tapi mereka lebih dulu mengalami kehidupan serta suka dukanya. Maka dari itu seiring berjalanya waktu kita akan selalu melakukan kesalahan kesalahan dan benturan benturan yang akan membuat kita lebih baik kedepanya.

Kehidupan terkadang tak selalu mulus ada jalan terjal yang harus kita lalui. Namun jalan terjal itu, itulaah tempaan yang akan membuat kita semakin kuat kedepanya jika kita tak menyerah. Bahkan terkadang apa yang sudah kita yakini akan kita dapatkan namun kandas dengan berbagai cara yang sulit diprediksi sebelumnya. Ketika kita menghadapi situasi seperti itu tugas kita hanya bisa menerima dengan ikhlas dan koreksi kesalahan apa yang telah kita lakukan. Terkadang memang ada beberapa keputusan Tuhan yang kita belum bisa menelaah dengan pasti selain kita harus menerima dengan ikhlas dan lapang dada.

Seiring berjalannya waktu kehidupan mengajarkan banyak hal. Terkadang rencana yang menurut kita akan berhasil namun digagalkan oleh oknum oknum tidak menyukai kita, tidak adil dan lain sebagainya. Jika kita berfikir positif mungkin itulah cara Tuhan menggagalkan rencana kita untuk memberikan yang lebih baik meskipun perlu bercucuran air mata diawalnya. Kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa dalam kondisi tertentu kita bisa melihat dan menilai karakter berbagai manusia, dan kita bisa menelaah mana perilaku yang baik dan tidak baik. Yang baik bisa kita contoh dan yang tidak baik tidak kita contoh. Selalu ada hikmah dibalik segala sesuatu yang terjadi.

Ketika kita merasa gagal, merasa menjadi korban, merasa dicurangi kita ingin balas dendam untuk menyakiti orang yang berbuat tidak elok kepada kita, tapi kita harus tenang dan berfikir panjang jika kita membalas bukankah kita sama seperti mereka atau kita perlu instropeksi bisa jadi itu teguran kepada kita jika kita pernah melakukan hal seperti itu kepada orang lain.

Hati yang patah mengajarkan banyak hal yang dapat menjadikan kita lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Dapat menjadi energi yang kuat bagi kita untuk menggapai apa yang kita inginkan. Anggap saja itu adalah tempaan bagi kita, dan yang harus kita ingat ali bin abi thalib pernah berkata "balas dendam terbaik adalah menjadikan kita lebih baik". Semoga setiap kejadian yang kita alami akan menjadi kita lebih baik dari sebelumnya.

Adam S Wirayuda, S. Pd.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tangkai Pohon yang Hilang

Menyikapi "playing victim"